Categories
Cryptocurrency

Apa Itu Cryptocurrency (Mata Uang Kripto)

Apa Itu Cryptocurrency (Mata Uang Kripto) – Banyak dikalang investor yang kini meliriki Bitcoin, Etherium dan sejenisnya, namun apa itu sebenarnya Cryptocurrency (Mata Uang Kripto)?

Sampai banyak dari kalangan investor, traders, dan bahkan pebisnis besar seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg dan Jack Ma mengatakan bahwa masa depan mata uang adalah mata uang kripto alias Cryptocurrency?

Pengertian Cryptocurrency

Secara Mudah, Cryptocurrency  adalah mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet.

Cryptocurrency menggunakan teknologi blockchain yang terdesentralisasi, transparan, dan global. Transaksi menggunakan cryptocurrency di atas jaringan blockchain diyakini dapat menjadi solusi berbagai masalah yang dihadapi sistem keuangan konvensional.

Secara gampang blockchain seperti pembukuan uang digital yang bersifat terbuka dan tidak di kontrol pemerintah yang menjadikan nilai nya aman dan resiko inflasi yang kecil.

Mata Uang Kripto Yang Beredar

Terdapat lebih dari 5000 Mata uang kripto yang ada, tetapi hanya beberapa yang sangat terkenal yang menjadi buronan para investor, beberapa diantara nya adalah :

  • Bitcoin(BTC)
  • Etherium(ETH)
  • Ripple(XRP)
  • Tether(USDT)
  • Litecoin (LTC)

Masing-masing aset ini dapat diperdagangkan & ditransaksikan secara global dan 24/7. Nilai tukar setiap aset ini ditentukan oleh penawaran (supply) & permintaan (demand) para pelaku pasar perdagangan.

Berbeda dengan forex yang memiliki libur pasar (sabtu & minggu) dan tidak 24 jam.

Tipe-tipe cryptocurrency

Terdapat banyak crypto yang beredar di pasar, seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Tether, dan lain sebagainya. Namun secara garis besar, terdapat dua tipe crypto, yaitu native coin dan token.

Native Coin

Native coin adalah aset digital / coin yang memang dibuat bersamaan dengan penciptaan suatu blockchain itu sendiri. Sebagai contoh, Bitcoin (BTC) adalah native coin yang beredar di atas blockchain Bitcoin, dan Ether (ETH) adalah native coin di atas blockchain Ethereum.

Pada umumnya, untuk menambah jumlah native coin yang beredar, native coin tersebut perlu di”tambang” (mining) layaknya komoditas logam. Dalam dunia crypto, mining adalah kegiatan memvalidasi, memproses dan mengamankan transaksi secara terdesentralisasi. “Penambang” yang berhasil melakukan proses tersebut akan memperoleh reward berupa native coin dari sistem blockchain tersebut. Miner blockchain bitcoin akan mendapat BTC, dan miner blockchain Ethereum akan mendapat ETH.

Nilai dari suatu coin di pasar ditentukan sepenuhnya oleh supply dan demand. Bila orang yang menggunakannya (misalnya untuk investasi atau alat pertukaran nilai) lebih banyak daripada ketersediaan di pasar, maka nilainya akan naik.

Sebaliknya, bila penjualan coin tersebut lebih banyak daripada pembeli, maka nilainya akan turun.

Semua transaksi di atas blockchain membutuhkan native coin sebagai fee yang dibayarkan kepada miner. Misalnya, jika anda ingin mengirim BTC di atas blockchain bitcoin, anda harus membayar fee dalam BTC kepada miner. Jika anda bertransaksi di atas blockchain Ethereum, anda harus membayar ETH kepada miner.

Token

Native coin adalah aset digital / coin yang memang dibuat bersamaan dengan penciptaan suatu blockchain itu sendiri. Sebagai contoh, Bitcoin (BTC) adalah native coin yang beredar di atas blockchain Bitcoin, dan Ether (ETH) adalah native coin di atas blockchain Ethereum.

Token adalah crypto yang diterbitkan dengan “menumpang” sebagai sebuah project di platform blockchain lain (contohnya Ethereum). Token diterbitkan dengan tujuan tertentu dan jumlahnya bisa diatur oleh pengembang token tersebut.

Token bisa menjadi bentuk digital dari surat berharga, representasi saham (security token), atau dipakai untuk memberikan akses ke suatu fungsi (utility token) bagaikan pulsa selular yang digunakan untuk bertelepon .

Salah satu bentuk pengaplikasian token adalah penerbitan stablecoin. Stablecoin diterbitkan sebagai bentuk representasi digital dari suatu aset asli yang menjadi backingnya. Aset asli tersebut disimpan oleh pihak pengembang.

Contoh2 dari stablecoin adalah :

  • Rupiah Token (IDRT) – stablecoin yang bernilai 1 Rupiah.
  • Tether (USDT) / USD Coin (USDC) – **** stablecoin bernilai 1 US Dolar.
  • Digix (DGX) – stablecoin bernilai 1 gram emas.

 

Cara Berinvestasi di Mata Uang Kripto (Cryptocurrency)

Ada banyak sekali cara nya, ada yang hold sampai harga mencapai nilai yang cukup tinggi beli di harga rendah jual di harga tinggi, dan masih banyak lagi, secara garis besar investor trading dengan memilih salah satu jenis trading ini, yaitu :

Futures Trading

Futures trading di bitcoin, ini adalah market derivatif, dan bisa melakukan posisi 2 arah, yang artinya kita bisa mendapatkan profit dari kenaikan harga maupun penuruhan harga. selain itu, pada saat transaksi, kita juga bisa menggunakan leverage, bahkan di binance bisa menggunakan leverage sampai 125X. itu artinya dengan modal 100 USDT kita akan bisa trading berasa 12.300 USDT .

Dengan trading di futures tentu kalian akan bisa mendapatkan hasil dengan lebih cepat. walaupun demikian, potensi kerugian anda juga akan semakin besar.

Jenis Perdagangan ini anda bisa temukan di Binance, Bingbon, Bitfinex dan masih banyak lagi.

Trading Spot

Spot trading disini skemanya adalah beli murah jual mahal. buy low sell high, mirip seperti perdagangan saham.

kelebihan nya anda tentu akan masuk ke dalam market yang sebenarnya. pembelian dan penjualan anda akan langsung berpengaruh terhadap harga market dari coin yang anda tradingkan.

Perdagangan di spot market bisa lebih dikategorikan low risk, karena aset digital yang kita beli bisa kita simpan dalam jangka waktu lama, sambil menunggu harga naik.

Contoh spot market bitcoin di indonesia adalah indodax, luno dan pintu, tokokripto, disana kita bisa membeli menjual atau menyimpan aset digital seperti bitcoin.

Margin Trading

Untuk margin trading, khususnya pada market binance, disini sistemnya mirip seperti spot trading, yaitu buy low sell high, namun yang membedakan disini kita bisa mendapatkan tambahakan modal dengan sistem margin.

Misalkan saja, margin 5X , itu artinya kita yang modal 100 , bisa trading atau melakukan pembelian sampai 5 kali lipat dari modal kita.

Sebagai contoh : kita membeli bitcoin dan harganya naik 1%. dengan menggunakan margin 5X kita akan mendapatkan profit 5%.

Begitu juga sebaliknya, ketika anda membeli dan harganya turun, kerugian anda juga akan dikalikan dengan margin. setiap penggunakan margin, exchange akan membebankan fee pada setiap transaksi kalian.

Ayo tunggu apalagi? banyak yang beralih dari main saham ke main kripto karena lonjakan harga yang fantastis dengan modal minim jika dibandingkan dengan saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *